Temulawak

Temulawak adalah salah satu jenis tanamam obat dari jenis temu-temuan (Zingiberaceae) dalam bahasa latin disebut Curcuma xanthorrhiza dan termasuk salah satu tanaman rempah-rempah dari wilayah Asia Tenggara.

Temulawak asli tanaman khas Indonesia dan dapat dengan mudah dijumpai dari berbagai daerah khususnya kepulauan jawa. Tumbuhan yang sejak dahulu sudah dikenal sebagai tanaman yang kaya manfaat dan sering digunakan sebagai bahas obat tradisional.

Temulawak

Temulawak

 

Tanaman ini dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal seperti di Jawa yaitu temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak. Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air.

Temulawak

Ciri-Ciri Tanaman

Rimpang pohon temulawak berbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berukuran besar, dengan berwarna cokelat kemerahan, kuning tua atau berwarna hijau gelap. Pada daging rimpang berwarna jingga tua atau kecokelatan, beraroma tajam yang menyengat dan rasanya pahit.
Daun bentuk bundar memanjang sampai dan warna daun hijau atau coklat keunguan terang sampai gelap. Setiap helaian daun dihubungkan dengan pelepah dan tangkai yang agak panjang. Bunganya berwarna putih kemerah-merahan atau kuning.kuning. Sedangkan pangkal bunga bagian atas berwarna ungu.
Batang pohon ini bisa tinggi mencapai 2 meter.

Kandungan Zat

Kandungan zat mengandung minyak atsiri 1,48-1,63 %, zat tepung 48-59,64 % dan kurkumin 1,6-2,2 % dan pati.

Manfaat Temulawak

Manfaat temulawak menurut dokter merupakan salah satu tanaman obat yang banyak manfaatnya dan termasuk tanaman yang dibutuhkan dalam jumlah besar dibanding tanaman obat lainnya. Di Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai jamu tradisional dan sering dijumpai pada penjual jamu temulawak gendong dan ramuan obat jamu. Tamanan ini juga mempunyai khasiat sebagai berikut :
1. Membersihkan darah
2. Pegal Linu
3. Mengobati bau badan yang kurang sedap
4. Mengobati penyakit kuning
5. demam malaria
6. sembelit
7. memperbayak ASI
8. sebagai obat jerawat
9. meningkatkan nafsu makan
10. anti kolesterol
11. antiinflamasi
12. anemia
13. antioksidan
14. pencegah kanker dan
15. antimikroba

Temulawak

Cara budidaya temulawak

Menanam biasanya pada awal musim hujan antara bulan September sampai Oktober dan masa panennya di musim kemarau setelah tanaman berumur 10 sampai 12 bulan. Penanaman bisa ditanam dengan jarak tanam 75 x 60 cm pada tanah yang telah dihaluskan atau gembur.

Benih yang sudah disemaikan dan telah bertunas dimasukkan ke dalam lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang, SP18 dan KCl sesuai dengan
takaran yang sudah ditentukan, dengan arah mata tunas menghadap ke atas. Dan lakukan perawatan mulai dari pemberian pupuk sebulan sekali.

Panen  dapat dilakukan setelah mencapai usia 10 sampai 12 bulan dengan ditandai batang dan daun temulawak kering. Panen tanaman ini diatas 10 bulan akan menghasilkan kualitas yang optimal.

Cara Mengolah Temulawak

Bahan baku ini banyak dibolah menjadi bahan baku jamu, obat dan temulawak minuman instan. Pengolahan menjadi minuman temulawak bubuk terlebih dahulu rimpang hendaknya dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dicuci air bersih, kemudian dirajang tipis-tipis lantas dijemur. Perajangan dilakukan dengan ketebalan + 4 – 7 mm. Hasil
rajangan (simplisia) kemudian dijemur di bawah sinar matahari atau dikeringkan di dalam oven. Simplisia yang dikeringkan di bawah sinar matahari ditutupi dengan kain hitam, agar tidak terkena langsung sinar matahari yang menyebabkan warna simplisia yang dihasilkan buram/tidak cerah. Selanjutnya setelah kering di giling hingga menjadi lembut atau menjadi bubuk. Pengolahan lainya juga dapat dilakukan menjadi temulawak instan dengan cara terlebih dahulu dicuci bersih dengan menggunakan air, lalu di parut hasil dari parutan disaring dan hanya diambil sarinya saja. Selanjutnya dicampur dengan gula pasir dan dimasak selama 30 menit sampai mengkristal. Cara ini banyak dilakukan dikarenakan temulawak bubuk atau instan bisa bertahan hingga waktu 1 tahun setelah proses pengolahan Temulawak